Maros, beritakisahnyata.com – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional ADPERTISI (Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa melalui penguatan kapasitas masyarakat.
Bertempat di Kantor Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros 30 juni 2026, kegiatan ini mengangkat tema “Literasi Penguatan Kelompok Tani dan Nelayan Melalui Koperasi Desa” adapun judul yang diangkat dari 3 judul dalam kelompok 8 adalah “Sosialisasi dan Penguatan Kelompok Tani Melalui Smart Farming, Digital Marketing dan Koperasi Desa”.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian PKM Nasional ADPERTISI Tahun 2026 yang melibatkan dosen lintas disiplin ilmu dari berbagai perguruan tinggi swasta di Indonesia.
Pembukaan PKM Nasional ADPERTISI di Kabupaten Maros oleh Koordinator Ketua Presidium Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI), Dr. Buyung Romadhoni, S.E., M.Si., dan dihadiri oleh Bupati Maros Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., Wakil Bupati Maros Andi Mu’tazim Mansyur, S.T., dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Maros Drs. Idrus, M.Si.
Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan di Desa Purnakarya disambut hangat oleh Kepala Desa Purnakarya, Nurdiana, S.E., beserta Sekretaris Desa, Marsuki Akmal, ST., perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, petani milenial, pelaku UMKM, dan pengurus koperasi desa yang memenuhi ruang pertemuan Kantor Desa Purnakarya.
Kegiatan menghadirkan Dr. Ir. Andi Muhammad Arif Bijaksana, M.Si. dari Universitas Islam Makassar sebagai pemateri utama dan ketua tim narasumber.
Sesuai kepakarannya di bidang Teknik Elektro, Dr. Arif memaparkan konsep Smart Farming berbasis Internet of Things (IoT), pemanfaatan sensor digital, sistem monitoring lahan secara real time, otomatisasi irigasi, penggunaan teknologi dalam efisiensi pupuk dan air, serta pentingnya transformasi digital untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mencetak petani milenial yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Paparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena disampaikan secara aplikatif dengan berbagai contoh implementasi teknologi di sektor pertanian.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Ir. A. St. Fatmawaty, M.Si. dari Program Studi Agribisnis Universitas Muslim Indonesia yang menjelaskan pentingnya penerapan agribisnis modern, strategi digital marketing dalam memperluas akses pasar hasil pertanian, peningkatan nilai tambah produk lokal, serta penguatan koperasi desa sebagai lembaga ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Materi tersebut memberikan wawasan kepada masyarakat bahwa keberhasilan usaha tani tidak hanya ditentukan oleh proses produksi, tetapi juga oleh kemampuan pemasaran dan kelembagaan ekonomi yang kuat.
Penguatan materi kemudian dilanjutkan oleh Dr. Asmeati, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Mesin Universitas Muslim Indonesia yang membahas pemanfaatan teknologi tepat guna dan mekanisasi sederhana untuk mendukung efisiensi kegiatan pertanian.
Pada kesempatan yang sama Ir. Rafilus Sampe, S.T., M.M. dari STITEK Dharma Yadi menjelaskan dukungan teknologi kelistrikan dan sistem digital yang dapat menunjang penerapan Smart Farming secara berkelanjutan di tingkat desa.
Keempat narasumber saling melengkapi sehingga peserta memperoleh pemahaman yang utuh mulai dari aspek teknologi, agribisnis, mekanisasi hingga digitalisasi pertanian.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan oleh tokoh masyarakat, kelompok tani, petani milenial, pelaku UMKM, dan pengurus koperasi desa mengenai penggunaan teknologi digital, pemasaran hasil pertanian, pembentukan koperasi desa, hingga peluang pengembangan usaha tani berbasis teknologi.
Seluruh pertanyaan dijawab secara bergantian oleh para narasumber sesuai bidang kepakaran masing-masing sehingga diskusi berlangsung hidup, komunikatif, dan memberikan solusi yang mudah diterapkan oleh masyarakat.
Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, panitia mengajak seluruh peserta mengisi kuesioner digital melalui barcode (QR Code) yang telah disiapkan. Selain mendukung pengumpulan data evaluasi secara cepat dan ramah lingkungan, panitia juga memberikan hadiah kepada peserta yang bertanya terbaik serta peserta tercepat yang berhasil mengisi kuesioner, sehingga suasana kegiatan menjadi semakin interaktif dan penuh semangat.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara tim PKM, Pemerintah Desa Purnakarya, kelompok tani, pelaku UMKM, pengurus koperasi, dan seluruh peserta sebagai simbol terjalinnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.
Seluruh anggota tim narasumber berkontribusi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan PKM sebagai wujud kolaborasi multidisiplin untuk pemberdayaan masyarakat desa.(dik)
