JAWA TIMUR, beritakisahnyata.com – Bahan bakar jenis pertalite dan solar sulit didapat di wilayah pantura Jawa Timur seperti Lamongan, Gresik, Bojonegoro dan Tuban. Salah satunya terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Kecamatan Kedungpring, yang tidak memiliki stok Pertalite dan Solar.
Di SPBU ini, kelangkaan solar terjadi setiap akhir pekan. Sedangkan, pertalite sudah lama tidak mendapatkan kiriman. Kondisi tersebut mengakibatkan konsumen terpaksa membeli solar pada kios eceran.
“Di SPBU sepanjang jalan mulai Tuban, Bojonegoro dan Lamongan solar langka,” kata Agus (47), sopir truck yang ditemui beritakisahnyata.com di Kecamatan Kedungpring, Lamongan, Senin (4 April 2022).
Menurut dia, dengan tidak adanya solar di SPBU, dirinya terpaksa membeli solar di kios eceran. Meski dengan takaran yang kurang memuaskan namun, terpaksa dibeli karena terdesak kebutuhan.
“Kalau tidak beli malah tidak jalan kendaraan. Padahal takaran jelas kurang memuaskan,” tambahnya.
Lasmidi (34), juga seorang supir lainnya mengatakan warga terpaksa mengantre solar di SPBU Lamongan, karena SPBU lainnya sekitaran Lamongan sampai Wilayah Gresik Solar langka.
“Jadi kita terpaksa beli ke sini tapi, disini juga solar langka,” ungkap Lasmidi.
Ia mengatakan solar sangat dibutuhkan bagi masyarakat pesisir yang Nita bene penghasilan mereka dari melaut, mencari ikan, juga pengguna jalan apalagi mobil besar seperti truck, pickup untuk bahan bakar kendaraan mereka. Kelangkaan solar biasanya terjadi setiap akhir pekan.
Untuk antisipasi kelangkaan pekan berikutnya, warga dan nelayan sengaja membeli solar dalam.jumlah besar. “Setidaknya cukup untuk kebutuhan hingga seminggu,” jelasnya.
Sementara itu, petugas SPBU di Kecamatan Kedungpring mengungkapkan, lebih dari dua bulan ini Solar juga pertalite jarang sekali dikirim ke SPBU. Dia mengatakan, dimungkinkan pengurangan jatah SPBU itu bagian dari upaya untuk tes pasar sebelum harga pertalite dinaikkan.
“Jadi tiga pekan ini jarang sekali dapat jatah pertalite. Bahkan, lebih banyak tidak ada,” kata petugas tersebut. (tim)
