Pangkajene, beritakisahnyata,com – Bupati Pangkajene dan Kepulauan Dr. H. Muh. Yusran Lalogau, S.Pi.,M.Si diwakili oleh Wakil Bupati Drs. H. Abdul Rahman Assegaf, M.I.Kom pada hari Rabu, 10 Desember 2025 di Ruang Pola menerima dan melepas 250 dosen anggota Aliansi Dosen PerguruanTinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) dari 73 PTS dan 22 PTS luar Sulawesi Selatan, untuk melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada 15 desa dan kelurahan di Pangkajene dan Kepulauan.
Pada sambutannya saat pelepasan ke lokasi PKM Wakil Bupati Pangkajene dan Kepulauan menyambut gembira adanya kegiatan PKM ADPERTISI oleh para dosen dari berbagai bidang ilmu karena dapat memberikan energi positif serta membantu secara signifikan kepada desa yang menjadi binaan.
“Diharapkan para peserta PKM ADPERTISI dapat menjadikan masyarakat sebagai mitra dalam melaksanakan pengabdian dengan harapan pengabdian pada masyarakat ini meninggalkan jejak serta ilmu yang dibawa dari kampus akan lebih bermakna jika dapat diterapkan pada masyarakat dan tak lupa pada kepala desa dan lurah diharapkan agar peserta PKM dapat dianggap sebagai keluarga,” pinta Wakil Bupati.

Pada kesempatan itu, Ibu Lurah Balocci Baru, Mayam, S.Pd.,M.M juga berharap penuh terhadap perkembangan kemajuan wilayahnya, dalam hal ini sangat antusias dengan adanya PKM ini dan berharap besar adanya pembimbingan dan kerjasama yang lebih intens pada mayoritas masyarakatnya sebagai petani dan peternak dalam hal penggunaan teknologi digital, pemasaran hasil pertanian, serta peningkatan potensi lokal wilayahnya.
Adapun pendamping kelompok 10 PKM ADPERTISI penempatan Kelurahan Balocci Baru Pangkep, Abbas, S.E.,M.M dari Universitas Fajar serta Ketua tim PKM Kelompok 10, Dr. Ir. Andi Muhammad Arif Bijaksana, M.Si dari Universitas Islam Makassar, menyatakan kegiatan PKM yang bertempat di Aula Kelurahan Balocci Baru yang dihadiri oleh pegawai desa, para ketua RW, tokoh masyarakat, para warga, petani hortikultura, peternakan serta pelaku UMKM.
Mereka sangat antusias dengan adanya smart farming, pemasaran digital melalui website yang maksimal, serta pengenal dunia pertanian dan peternakan sejak usia dini sebagai persiapan petani milineal 2045.
Tema PKM di Kelurahan Balocci Baru, Pangkep dari kelompok 10 adalah “Pemanfaatan Teknologi Pertanian dan Pembiayaan Syariah Untuk Masyarakat” dan tampil sebagai pemateri adalah Dr. Ir. A. Muh. Arif Bijaksana, M.Si dari Universitas Islam Makassar – Teknik Elektro, Dr. Ir. A. St. Fatmawaty, M.Si dari Universitas Muslim Indonesia – Pertanian, Agribisnis, Luciana Buarlele, S.T.,M.T dari Universitas Kristen Indonesia Paulus – Teknik Sipil, Nur Ilham Akbar, S.Pt.,M.P dari Institut Teknologi Pertanian Takalar – Peternakan & Gizi Pakan Ternak, A. Hadi Indra Jaya, M.Q., M.Pd dari Institut Teknologi Pertanian Takalar – Hukum Ekonomi Islam, Jusman, S.Pd.I., M.Pd dari Universitas Islam Makassar – Mananajemen Pendidikan Islam, Hj. Husriani Husain, S.Pd., M.Pd dari Institut Turatea Indonesia – Pendidikan Matematika, Dr. Yasriuddin, M.Pd dari Universitas Negeri Makassar – Pendidikan Jasmani, Kesehatan & Rekreasi, Reski Wahyuni Sukardi, S.Pi., M.Si dari Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan – Aqua Culture, Fahri Jaya, S.E., M.Si dari Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan – Ilmu Manajemen, Dr. Sudibyo, S.Sn., M.Sn dari Akademi Komunikasi Media Radio dan Televisi Jakarta – Ilmu Seni, Indah Pratiwi Manggaga, S.Sos., M.A dari Universitas Muhammadyah Makassar – Ilmu Komunikasi, Dr. Nasiratunnisaa Mallapiang, S.Ksi., M.A.P dari Universitas Pancasakti – Ilmu Administrasi Publik.
Para pemateri yang tampil pada PKM kali ini menyarankan adanya digitalisasi meningkatkan produktivitas pertanian, peternakan sebagai sumber daya lokal agar potensi daerah Balocci Baru lebih dikenal secara global dan masyarakat dapat memanfaatkan informasi ini untuk lebih meningkatkan pendapatannya.
Digitalisasi ini diharapkan dapat merubah paradigma para warga petani, peternakan dan UMKM dimana akan berdampak dari yang sebelumnya tidak tahu, efisiensi, terstrukturnya cara berpikir, bekerja dalam usahatani terjadinya proses menjadi tahu dan tertarik untuk lebih mendalaminya.
Sistem digitalisasi pertanian yang lengkap akan menginformasikan potensi daerah sehingga masyarakat dapat melakukan inovasi dengan menghasilkan produk-produk sehat dan halal melalui teknologi yang lebih moderen serta tidak merusak lingkungan.
Pertanyaan beberapa tokoh masyarakat, para ketua RW, PPL, dan pelaku UMKM tentang permasalahnya dijawab dengan lugas oleh para dosen-dosen PKM sesuai dengan kompetensi bidang masing-masing.
Momen keseruan di akhir acara adalah sesi praktek penyiraman tanaman dengan smartphone dan tanya jawab langsung dan sesi mengisi google form berupa link akses Barcode yang berisi pertanyaan tentang digitalisasi dalam peralatan usahatani terutama penyiraman tanaman dengan Smartphone.
Manfaat lain yang didapatkan adalah mempermudah tim PKM dalam mengajukan pertanyaan tanpa perlu lagi mencetak dalam bentuk kertas. Serta memudahkan tim PKM dalam mengambil kesimpulan tentang manfaat adanya PKM ini.
Appresiasi oleh tim PKM kepada masyarakat kelurahan dan para ketua RW berupa pemberian piagam dan souvenir dari ADPERTISI serta sesi pembagian hadiah untuk penanya dan pengisi Google Form. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai tanda berakhirnya kegiatan PKM.(rif/dik)
