KUALA LUMPUR, beritakisahnyata.com – Dosen Universitas Islam Makassar (UIM), Dr. Ir. Andi Muhammad Arif Bijaksana, M.Si, berpartisipasi aktif sebagai pemateri dalam rangkaian International Conference on Multidisciplinary Research Collaboration dan International Community Service Collaboration (PKM Internasional) yang diselenggarakan pada 22–23 Desember 2025 di Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM), Kuala Lumpur.

Pada Konferensi Internasional, 22 Desember 2025, Doktor Arif memaparkan makalah berjudul “Tata Kelola Energi Cerdas Perkotaan Berbasis Internet of Things (IoT) untuk Integrasi Energi Terbarukan”.

Makalah ini menyoroti pentingnya penerapan IoT sebagai governance enabler dalam sistem energi perkotaan modern, khususnya untuk meningkatkan efisiensi, fleksibilitas beban, serta stabilitas jaringan listrik di tengah meningkatnya penetrasi energi terbarukan.

Dalam pemaparannya, Doktor Arif Bijaksana menjelaskan bahwa integrasi IoT dengan smart grid memungkinkan pemantauan dan pengendalian energi secara real-time, penerapan demand response berbasis data, serta pengambilan keputusan energi yang lebih adaptif.

“bahwa keberhasilan tata kelola energi cerdas tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh koordinasi kebijakan, desain insentif, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di kawasan perkotaan,” ujarnya.

Sementara itu, pada International Community Service Collaboration (PKM Internasional), 23 Desember 2025, Doktor Arif Bijaksana mempresentasikan karya berjudul “Model Bisnis Energi Terbarukan Berbasis IoT untuk Optimalisasi Efisiensi dan Nilai Ekonomi Kawasan Kampus–Perkotaan: Studi Pilot UPNM–UPSI.

Makalah PKM internasional ini mengangkat konsep smart campus sebagai living laboratory untuk penerapan energi terbarukan dan manajemen energi berbasis IoT di kawasan pendidikan tinggi.

Menurut Doktor Arif Bijaksana, kawasan kampus memiliki potensi besar sebagai pusat inovasi energi hijau, namun masih menghadapi tantangan efisiensi energi dan keberlanjutan finansial.

“model bisnis energi terbarukan berbasis IoT yang dikembangkan dalam studi pilot UPNM–UPSI dirancang tidak hanya untuk menekan konsumsi energi hingga sekitar 20 persen, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan melalui skema value co-creation dan revenue sharing antar pemangku kepentingan,” imbuhnya.

Pendekatan ini mengintegrasikan teknologi IoT, analisis data energi real-time, serta model bisnis hijau yang replikatif.

“Kampus tidak hanya menjadi konsumen energi, tetapi juga aktor utama dalam inovasi dan transisi energi berkelanjutan di kawasan ASEAN,” ujarnya.

Penguatan Kolaborasi dan Diplomasi Akademik
Ketua Asosiasi DKLPT (Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi) Indonesia sekaligus Conference Chair, Nanda Saputra, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan konferensi dan PKM internasional ini merupakan forum akademik strategis yang mempertemukan para peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu.

“Konferensi dan PKM Internasional ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi riset, pengabdian masyarakat, dan mobilitas akademik lintas negara, khususnya antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari lebih dari 50 universitas di kawasan regional. Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Salma Yusof, selaku Timbalan Dekan Akademik dan Siswazah Fakulti Pengajian dan Pengurusan Pertahanan, Pusat Marin UPNM.

Melalui partisipasi aktif dosen UIM Makassar dalam dua forum internasional ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan dalam pengembangan riset energi cerdas berbasis IoT, penguatan jejaring akademik regional, serta kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung agenda transformasi energi dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.(dik)

By redaksi