Kuala Lumpur, beritakisahnyata.com— Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI), Doktor Andi Siti Fatmawaty, menampilkan riset unggulannya secara daring dalam Konferensi Internasional dan PKM Internasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Kajian Lintas Perguruan Tinggi (DKLPT) bekerja sama dengan Universitas Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM) pada 22–23 Desember 2025.

Konferensi ini menjadi ajang strategis bagi akademisi dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam untuk memperkuat jejaring internasional, berbagi inovasi, dan membangun kolaborasi penelitian lintas negara.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 universitas dari kawasan regional, menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu.

Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Salma Yusof, Timbalan Dekan Akademik dan Siswazah Fakulti Pengajian dan Pengurusan Pertahanan, Pusat Marin UPNM.

Dalam kesempatan tersebut, Doktor Fatmawaty  memaparkan dua makalah unggulan secara daring. Pertama, pada sesi International Conference Paper (22 Desember 2025), ia membahas strategi peningkatan nilai tambah agribisnis melalui digitalisasi sistem produksi dan integrasi rantai pasok global.

Menurut  Doktor Fatmawaty, Digitalisasi produksi terbukti mampu meningkatkan produktivitas hingga 25–35% dan menghasilkan ROI sebesar 15–25%. Sementara itu, integrasi rantai pasok global dapat mendorong pertumbuhan ekspor hingga 20%, sehingga menciptakan peluang bagi start-up agribisnis untuk berkembang di pasar internasional.

Kedua, pada sesi International Community Service Collaboration (23 Desember 2025), Doktor Fatmawaty menekankan pemberdayaan ekosistem start-up lokal.

“Pengembangan sumber daya manusia, akses pembiayaan, dan infrastruktur digital menjadi pilar utama untuk mendorong inovasi dan keberlanjutan agribisnis. Dengan langkah-langkah ini, start-up lokal tidak hanya dapat meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membangun ekosistem yang lebih berkelanjutan dan kompetitif,” ujarnya.

Konferensi ini sekaligus memperkuat diplomasi akademik lintas negara, memperlihatkan kontribusi nyata Indonesia dalam pengembangan start-up agribisnis berbasis digital, serta mendorong kolaborasi penelitian yang relevan dengan tantangan global.

Kehadiran Doktor  Fatmawaty sebagai presenter daring menjadi bukti peran aktif UMI dalam memajukan inovasi agribisnis dan memperluas pengaruh akademik Indonesia di kancah internasional.

Melalui kegiatan ini, Doktor Fatmawaty menegaskan komitmennya dalam transformasi digital agribisnis dan pengembangan ekosistem start-up, sekaligus memperkuat jejaring akademik regional dengan institusi pendidikan tinggi dari Malaysia dan Brunei Darussalam.(dik)

By redaksi