Sabang, beritakisahnyata.com – Asosiasi DKLPT (Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi) dalam Konferensi Internasional di Sabang,  secara virtual via Zoom pada, kamis (24/07/2025), diikuti peserta dari tiga negara, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam. Conference Chair Bapak Nanda Saputra, M.Pd mengatakan Konferensi Internasional mengusung tema “International Conference of Education, Religion, Social Humanities, Health, Science and Technology”. “Potensi dan Tantangan Sabang,” katanya dalam sambutan.

Konferensi dan PKM Internasional “Multidisciplinary Development: Scholars’ Synergy for Sabang’s Independence” yang diselenggarakan di Kota Weh, Sabang  ini sebagai Narasumber Dr. Ir. A. St. Fatmawaty, M.Si, dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, memaparkan Sabang, sebagai wilayah kepulauan paling barat Indonesia yang terletak di Provinsi Aceh, menyimpan potensi strategis dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya pertanian pesisir.

Keberadaan Sabang sebagai daerah maritim dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah memberikan keunggulan tersendiri dalam pengembangan pertanian berbasis ekosistem pesisir.

Dalam materinya  berjudul “International Coastal Agricultural Technology: Optimizing Sabang’s Agricultural Potential Through Digital Innovation”, Dr. Fatmawaty menekankan bahwa akibat pertanian pesisir di Sabang cenderung masih bergantung pada pola produksi konvensional dan subsisten, yang belum mampu menjawab tuntutan akan efisiensi dan keberlanjutan jangka panjang.

“Dalam konteks global, perkembangan teknologi pertanian digital (digital agriculture) memberikan harapan baru dalam mengatasi berbagai hambatan tersebut,” tuturnya.

Dr. Fatmawaty menjelaskan bahwa pertanian pesisir di Sabang menghadapi kendala seperti tanah berkadar garam tinggi, keterbatasan air tawar, serta dampak erosi dan angin laut.

“Perkembangan teknologi pertanian digital seperti IoT, AI, dan GIS telah terbukti meningkatkan produktivitas pertanian pesisir di berbagai belahan dunia,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai potensi dan tantangan Sabang dengan potensi unggul yakni kepulauan strategis dengan biodiversitas tinggi, lahan marginal yang dapat dioptimalkan, agroklimat unik untuk tanaman pesisir dan tantangan kritis yakni slinitas tanah (≥4 dS/m) dan intrusi air laut, keterbataasan air tawar (ketersediaan <50% kebutuhan), adopsi teknologi rendah (<20% petani melek digital). 

“Digitalisasi menjadi solusi penting untuk mengoptimalkan pertanian pesisir di Sabang,” tegasnya.

Solusi Digital – IoT
Dalam pemaparannya, Dr. Fatmawaty mengidentifikasi implementasi IoT dengan sejumlah tantangan yang dihadapi Sabang, seperti penyediaan: Sensor salinitas tanah. Sensor cuaca mikro. Sistem irigasi otomatis berbasis data.
Untuk mendukung hal tersebut, ia menjelaskan bahwa studi oleh FAO (2021) penggunaan IoT dalam pertanian dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 30% dan mengurangi kerugian hasil akibat kesalan manajemen lingkungan. Beberapa solusi digital AI & Drone yang direkomendasikan pula antara lain:
Penggunaan drone dalam pertanian presisi dapat meningkatkan cakupan pemantauan lahan hingga 10 kali lebih cepat dibandingkan survei manual dan mengurangi penggunaan pestisida hingga 50% berkat penyemprotan yang lebih terarah (Zhang et al. 2020).
“AI untuk Pertanian: Prediksi cuaca ekstrem (akurasi 85% – studi IPCC), Deteksi hama & penyakit melalui citra. Drone Precision Farming: Sensor tanah dan tanaman, Drone pertanian (Agricultural drones), Peta digital variabilitas lahan,” paparnya.

Optimalisasi Sumber Daya Alam di Sabang

Dr. Fatmawaty menegaskan bahwa pertanian pesisir Sabang masih bersifat konvensional dan subsisten, padahal wilayah ini memiliki sumber daya alam unik.

“Dengan kolaborasi lintas sektor, inovasi digital, dan pendekatan ilmiah, sektor ini bisa ditingkatkan untuk mendukung ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan ekonomi berkelanjutan.” Dari sanalah kita membangun bangsa yang tangguh dan berdaya saing tinggi,” tuturnya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan harapan Konferensi  Internasional ini dapat mempercepat adopsi Teknologi Digital guna mewujudkan pertanian pesisir Sabang yang maju dan berdaya saing.(tim)

By redaksi