PAREPARE, beritakisahnyata.com – Pelaksanaan relokasi pedagang oleh UPTD Dinas Perdagangan Kota Parepare di area belakang Pasar Lakessi, diwarnai insiden penyerangan terhadap Kepala Pasar Lakessi, Muh Ramlan, Selasa pagi, (28/2/2023).

Ramlan mengatakan, aksi premanisme itu berawal saat tim relokasi turun memberikan himbauan kepada pedagang untuk masuk ke dalam kios pasar yang telah disiapkan oleh tim relokasi.

Kejadian itu bermula pada saat Ia  memberikan himbauan, Ramlan diserang secara tiba-tiba oleh salah seorang pedagang.

Beruntung, Kepala Pasar Lakessi yang baru menjabat sejak ( 27/1/2023) dan diperintahkan Pemkot Pare-Pare untuk melakukan penataan di Pasar Rakyat terbesar di Kota Pare-Pare, ini hanya mengalami luka memar dan goresan ditangannya.

Turut hadir dalam penertiban itu Dandim 1405 Parepare, Letkol Inf Hastiar Hatta untuk mengamankan situasi. Terlihat pula Kabag Ops Polres Parepare, Kompol Burhanuddin.

“Tadi saya turun memberikan himbauan bahwa diharapkan ke pedagang pasar ini (Lakessi) supaya pindah ke dalam los yang sudah disiapkan, karena tadi pagi sudah semua dipindahkan masuk. Tiba-tiba ada yang pengaruhi jangan masuk, di sini saja menjual. Jadi, saya kembali turun menyampaikan bila tidak diindahkan itu maka kita akan melakukan tindakan tegas. Begitu saya beri salam, tiba-tiba ada yang teriak. Saya balas siapa yang teriak? Ada yang jawab, kemudian saya dekati dan tiba-tiba ada dua orang dengan nada membentak, dan beberapa orang keluar dari dalam tenda, saya dikeroyok,” papar Ramlan.

Ramlan pun menyayangkan aksi penyerangan itu, lantaran pihaknya selaku pengelola yang diberi amanah oleh pemerintah kota semata-mata melakukan penataan di kawasan pasar untuk ketertiban dan kenyamanan pedagang.

“Padahal kita kan sebenarnya hanya mau mengarahkan pedagang agar mau menempati kios didalam pasar, berdasarkan data pedagang yang ada,” katanya.

Ramlan berharap adanya tindakan tegas dari aparat keamanan atas insiden penyerangan yang mewarnai proses penertiban pedagang di Pasar Lakessi. Termasuk mengawal dan membackup proses pemindahan pedagang.

“Semestinya aparat mengambil tindakan tegas. Harus digali apa yang menjadi motif pedagang menyerang saya. Jangan sampai ada oknum atau pihak yang mencoba menghalang-halangi proses penertiban pedagang di belakang pasar,” harapnya. (ril/dik)

By redaksi