Batam, beritakisahnyata.com – Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar (UIM), Dr. Ir. Andi Muhammad Arif Bijaksana, M.Si., tampil sebagai pemateri pada rangkaian Konferensi Internasional dan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang diselenggarakan oleh Institut Kesehatan Mitra Bunda (IKMB) Batam bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi (DKLPT) pada 21–22 Juni 2026.

Kegiatan  ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk berbagi gagasan, hasil penelitian, serta pengalaman dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui inovasi teknologi dan kolaborasi internasional.

Pada hari pertama, Minggu (21/6/2026), Dr. Arif mempresentasikan makalah ilmiah berjudul “Cross-Border AIoT Innovation for Smart Sustainable Construction and Resilient Infrastructure” atau “Inovasi AIoT Lintas Negara untuk Konstruksi Cerdas Berkelanjutan dan Infrastruktur Berketahanan Iklim.

” Makalah tersebut mengangkat pentingnya pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) dalam mendukung transformasi sektor konstruksi dan pembangunan infrastruktur yang lebih adaptif terhadap tantangan masa depan,” ujarnya.

Dalam presentasinya, Dr. Arif menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, seperti urbanisasi yang semakin pesat, meningkatnya kebutuhan energi, perubahan iklim, serta tingginya risiko kerusakan infrastruktur akibat bencana alam. Kondisi tersebut menuntut hadirnya inovasi teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan pembangunan.
Menurutnya, AIoT merupakan integrasi antara kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pengumpulan, pemantauan, serta analisis data secara real-time.

Teknologi ini dapat diterapkan dalam berbagai aspek pembangunan, mulai dari sistem monitoring konstruksi, manajemen energi, pemeliharaan infrastruktur, hingga mitigasi risiko bencana.

“AIoT memungkinkan proses pembangunan menjadi lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Melalui teknologi ini, berbagai keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat berdasarkan data yang diperoleh secara real-time,” terang  Dr. Arif.

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi energi terbarukan dalam pembangunan infrastruktur modern. Menurutnya, penggunaan energi surya, smart grid, dan sistem penyimpanan energi yang didukung AIoT dapat membantu meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi emisi karbon. Pendekatan tersebut dinilai sangat relevan dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Selain aspek teknologi, Dr. Arif menekankan bahwa kolaborasi lintas negara menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan inovasi dan transfer teknologi.

Melalui kerja sama internasional, berbagai institusi dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik untuk menciptakan solusi yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan pembangunan global.
Model konseptual yang dipresentasikannya menunjukkan bagaimana kolaborasi internasional dapat menjadi fondasi pengembangan platform AIoT yang mendukung smart construction, integrasi energi terbarukan, dan pembangunan infrastruktur berketahanan iklim.

Kerangka tersebut juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Konferensi internasional ini merupakan hasil kolaborasi berbagai institusi dari beberapa negara, yaitu DKLPT Indonesia, Universiti Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia, Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM), Institut Kesehatan Mitra Bunda (IKMB) Batam, Directorate of Educational Technology and Innovation Yunani, serta Public Health and Community Medicine Al-Azhar University Mesir.

Sementara itu, pada hari kedua, Senin (22/6/2026), Dr. Arif kembali berkontribusi sebagai narasumber dalam kegiatan International Community Service Program bertema “Smart Solutions for Real-World Problems: A Multidisciplinary Approach.”

Dalam kegiatan pengabdian internasional tersebut, ia membawakan materi berjudul “Community-Based Smart Energy and AIoT Adoption for Sustainable Urban and Environmental Empowerment.”

Materi yang disampaikan berfokus pada pemanfaatan teknologi smart energy dan AIoT berbasis masyarakat untuk meningkatkan efisiensi energi, memperkuat literasi teknologi, serta mendorong partisipasi komunitas dalam mewujudkan lingkungan dan kawasan perkotaan yang lebih berkelanjutan.

Menurut Dr. Arif, keberhasilan transformasi teknologi tidak hanya bergantung pada inovasi teknis, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk memahami, mengadopsi, dan mengelola teknologi tersebut secara mandiri. Oleh karena itu, pendekatan berbasis masyarakat menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan dampak pembangunan yang berkelanjutan.

“Pembangunan masa depan membutuhkan sinergi antara teknologi, masyarakat, dan kolaborasi global. Smart Energy dan AIoT dapat menjadi solusi yang mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih hijau, efisien, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan,” ungkapnya.

Partisipasi Dr. Ir. Andi Muhammad Arif Bijaksana, M.Si. dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar dalam mengembangkan riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Melalui keterlibatan aktif dalam berbagai forum internasional, UIM terus memperluas jejaring akademik global sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung masa depan yang lebih berkelanjutan.(dik)

By redaksi