Batam, beritakisahnyata.com – Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr. Ir. A. St. Fatmawaty, M.Si., menjadi pemateri pada International Conference 2026 dan International Community Service Program (PKM Internasional) yang diselenggarakan Institut Kesehatan Mitra Bunda (IKMB) Batam bersama Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi (DKLPT) pada 21-22 Juni 2026.
Kegiatan internasional tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Yunani, dan Mesir. Forum ini menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, berbagi hasil penelitian, serta memperkuat jejaring kolaborasi internasional dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan global melalui pendekatan multidisipliner.
Pada International Conference 2026 yang berlangsung pada (21Juni 2026), Dr. A. St. Fatmawaty mempresentasikan hasil kajiannya yang berjudul “Cross-Border Digital Agribusiness Transformation for Sustainable Food Systems and Inclusive Rural Value Creation” atau “Transformasi Digital Agribisnis Lintas Negara untuk Sistem Pangan Berkelanjutan dan Penciptaan Nilai Pedesaan yang Inklusif”.
Dalam presentasinya, Dr. Fatmawaty menjelaskan bahwa sektor agribisnis saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, ketidakpastian rantai pasok global, fluktuasi harga komoditas, hingga perubahan perilaku konsumen yang semakin terdigitalisasi. Oleh karena itu, transformasi digital menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing sektor pertanian.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Big Data Analytics, e-commerce, dan platform agritech dapat mempercepat modernisasi pertanian serta memperkuat integrasi rantai pasok agribisnis lintas negara. Teknologi tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan produksi dan pemasaran hasil pertanian, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan melalui model bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Transformasi digital agribisnis harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan petani dengan pasar yang lebih luas, meningkatkan efisiensi usaha, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pedesaan,” ungkap Dr. Fatmawaty dalam forum tersebut.
Tidak hanya berpartisipasi sebagai pemakalah konferensi internasional, pada 22 Juni 2026 Dr. Fatmawaty juga tampil sebagai narasumber dalam International Community Service Program (PKM Internasional) yang mengangkat tema “Smart Solutions for Real-World Problems: A Multidisciplinary Approach”.
Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berskala internasional tersebut, ia menyampaikan materi berjudul “Smart Agroeconomic Transformation for Strengthening Food Security, Rural Value Creation, and Sustainable Digital Agribusiness.” atau “Transformasi Agroekonomi Cerdas untuk Penguatan Ketahanan Pangan, Penciptaan Nilai Pedesaan, dan Agribisnis Digital Berkelanjutan“.
Materi tersebut menekankan pentingnya pembangunan agroekonomi yang berbasis inovasi, teknologi digital, dan kolaborasi multipihak untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan global.
Dr. Fatmawaty menjelaskan bahwa ketahanan pangan masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan meningkatkan produksi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan sistem agribisnis yang terintegrasi, efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menyoroti perlunya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan komunitas masyarakat dalam membangun ekosistem agribisnis digital yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan.
Melalui pendekatan agroekonomi cerdas, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Partisipasi aktif Dr. A. St. Fatmawaty pada kedua forum internasional tersebut menjadi bukti nyata kontribusi akademisi UMI dalam pengembangan ilmu agribisnis serta pencarian solusi inovatif terhadap berbagai tantangan pembangunan pertanian global.
Kehadiran UMI dalam forum internasional juga memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi lintas negara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat mendukung terwujudnya sistem pangan berkelanjutan, penguatan ekonomi pedesaan, dan transformasi agribisnis digital yang inklusif di Indonesia maupun tingkat global.(dik)
