Sumatera Utara, Asahan beritakisahnyata.com — Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr. Ir. A. St. Fatmawaty, M.Si, tampil sebagai pemateri pada Seminar Nasional Pendidikan dan Call for Paper yang dilaksanakan secara daring pada 23–24 Mei 2026.
Kegiatan ilmiah nasional ini diselenggarakan oleh IAIDU Asahan bekerja sama dengan DKLPT (Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi) sebagai bentuk penguatan kolaborasi akademik dan pengembangan inovasi pendidikan di era transformasi digital.
Dalam seminar tersebut, Dr. Fatmawaty mempresentasikan makalah berjudul “Humanizing Artificial Intelligence”, Transformasi Pembelajaran Adaptif Agribisnis melalui Smart Farming Education di Era Society 5.0.
Tema tersebut menjadi perhatian peserta seminar karena mengangkat isu strategis mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), adaptive learning, dan smart farming education dalam pengembangan pendidikan agribisnis modern yang inovatif, humanis, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Dr. Fatmawaty menjelaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence telah membawa perubahan besar terhadap sistem pendidikan global, termasuk pada pendidikan agribisnis.
“Transformasi digital di era Society 5.0 menuntut perguruan tinggi untuk mampu menciptakan sistem pembelajaran yang lebih adaptif, personal, interaktif, dan berbasis teknologi cerdas tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Dr Fatmawati, menegaskan bahwa konsep Humanizing Artificial Intelligence merupakan pendekatan penting agar teknologi AI tidak hanya berfungsi sebagai alat otomatisasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan problem solving mahasiswa.
“AI seharusnya digunakan untuk mendukung pengembangan kapasitas manusia, bukan menggantikan peran manusia dalam proses pendidikan,” terangnya.
Dikatakan lebih lanjut dalam presentasinya, Dr. Fatmawaty juga memaparkan perkembangan smart agriculture global yang tumbuh sangat pesat melalui pemanfaatan AI, Internet of Things (IoT), drone agriculture, sensor digital, dan precision farming.
Data global menunjukkan bahwa sektor smart agriculture diproyeksikan meningkat secara signifikan hingga mencapai USD 83,72 miliar pada tahun 2033.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan agribisnis perlu segera bertransformasi agar mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi Agricultural 4.0 dan Society 5.0.,”imbuh Dr Fatmawati.
Selain membahas peluang transformasi digital, Ia juga menyoroti tantangan besar Indonesia dalam menyiapkan sumber daya manusia digital.
Rendahnya literasi AI, kesenjangan digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta minimnya integrasi teknologi dalam pendidikan masih menjadi hambatan utama dalam pengembangan pendidikan berbasis AI di Indonesia.
“Oleh karena itu, diperlukan penguatan kurikulum digital, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta pengembangan laboratorium smart farming sebagai bagian dari transformasi pendidikan agribisnis modern,” paparnya.
Pada kesempatan tersebut, peran DKLPT (Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi) juga mendapat perhatian positif sebagai wadah akademik yang aktif membangun jejaring kolaborasi dosen lintas perguruan tinggi di Indonesia.
Melalui forum ilmiah seperti seminar nasional dan call for paper, DKLPT dinilai berkontribusi dalam memperkuat budaya akademik, kolaborasi riset, pertukaran gagasan ilmiah, serta pengembangan inovasi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Sementara itu, melalui pelaksanaan Seminar Nasional Pendidikan ini, IAIDU Asahan menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui forum ilmiah yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia unggul di era digital.
Seminar ini menjadi ruang strategis bagi akademisi, dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk bertukar gagasan serta memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan pendidikan berbasis Artificial Intelligence dan Society 5.0.
Kegiatan seminar berlangsung dinamis dan interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Diskusi mengenai transformasi pendidikan berbasis AI dan smart farming education menjadi salah satu topik yang paling menarik perhatian peserta seminar nasional.
Melalui kegiatan ilmiah ini, Dr. A. St. Fatmawaty berharap pendidikan agribisnis Indonesia mampu bergerak menuju sistem pembelajaran yang inovatif, humanis, adaptif, dan berkelanjutan sehingga mampu mencetak generasi muda agribisnis yang unggul, berdaya saing global, dan siap menghadapi transformasi digital di era Society 5.0.(dik)
